Komunikasi Bentuk Hubungan Guru dan Murid
Dalam suatu proses pendidikan hubungan antara guru dengan peserta didik atau siswa merupakan salah satu poin penting dari sekian hubungan yang dijalin oleh guru. Hal ini karena, guru tanpa adanya seorang murid bukanlah apa-apa, bukan siapa-siapa, hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari salah. Selain guru merupakan seseorang yang mengajarkan, menyalurkan ilmunya juga sebagai orang yang mengasihi muridnya.
Hubungan antara guru dan murid ini dalam lingkup sekolah, meliputi guru membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak-hak dan kewajibannya sebagai individu, warga sekolah dan anggota masyarakat. Guru berperilaku secara professional dalam melaksanakan tugas dalam mendidik, mengajar, melatih, menilai, serta mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran muridnya.
Erat kaitannya dengan hubungan antara guru dan murid adalah komunikasi. Dalam kegiatan belajar dan pembelajaran tidak dipungkiri bahwa komunikasi merupakan hal yang penting. Guru dalam menyampaikan materi dibutuhkan komunikasi antara dia dengan murid dengan menggunakan bahasa yang ringkas padat dan jelas, dalam hal ini bahasa yang dimaksudkan ialah bahasa yang mudah dipahami oleh murid. Ketika bahasa itu mudah dicerna, mudah dipahami oleh murid maka murid akan mengerti apa yang disampaikan, apa yang dimaksudkan dalam ilmu yang disampaikan padanya.
Adapun ketika murid itu belum mengerti jelas tentang apa yang disampaikan oleh sang guru, ia juga seharusnya bertanya apa yang ia tak pahami. Sehingga tidak terjadi “lost communication” yang sehingga ketika ulangan diadakan sang murid tidak bisa dan mendapatkan nilai yang memuaskan tidak ada lagi menyalahkan sang guru yang menyampaikan materi tidak begitu ia fahami. Kalaupun sang murid masih belum faham apa yang disampaikan, sudah seharusnya ia menjalankan inisiatifnya untuk bertanya pada temannya. Namun adanya kesadaran atara guru dan murid, ketika guru masih belum bisa menyampaikan dengan baik, alangkah baiknya guru mengkajji dengan teliti tentang materi apa yang hendak disampaikan, begitu juga dengan si murid ketika masih belum faham benar sudah seharusnya ia berusaha untuk memahami, bertanya guru, teman bahkan untuk mencoba memahamkan diri.
Dalam kode etik, guru mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masing masingnya berhak layanan pembelajaran.
Mengingat setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Dengan latar belakang yang berbeda itulah sudah menjadi kewajiban guru untuk mengembangkan potensi, dan karakter yang menjadi lebih baik lagi. Dalam hal inipun tak luput dari adanya komunikasi. Ketika ada masalah pada diri murid yang bimbang akan dirinya gurulah yang berperan dalam sekolah untuk mengkomunikasikan bagaimana lebih baiknya sang murid dengan memberikan masukan, komentar tentang apa yang dilakukan. Selain dengan murid di sekolah untuk menunjang murid di sekolah, guru mau tidak mau harus juga berhubungan dengan orangtua selaku orang tua murid di rumah, sehingga guru memahami betul bagiamana sang murid dan murid ketika di sekolah sang guru bisa mengambil sikap yang pas dan mengkomunikasikannya engan sang murid.
Hal ini menunjukkan guru dan murid merupakan manusia yang dalam kesehariannya berkomunikasi untuk melangsungkan kehidupan, bahkan hubungan antara guru dengn muridnya.
Komentar
Posting Komentar